Detil Metode V60 Tetsu Kasuya, Pemenang Brewers Cup Championship

Pada World Coffee Event 2016 di Dublin, Tetsu Kasuya memenangkan World Brewers Cup dengan metode 4:6 yang ia temukan. Metode ini begitu populer dikalangan brewers, besar kemungkinan ini bukan pertama kalinya kamu mendengar metode ini.

Secara umum, metode Tetsu menggunakan tuangan dengan pola pulse pouring. Tuangan dibagi menjadi dua bagian, 40% dan 60%.

Konsep 4 : 6 pada Tuangan Metode V60 Tetsu Kasuya

40% untuk mengatur rasa manis dan asam

Metode V60 ini dimulai 40% pertama dari total air seduhan digunakan untuk mengatur rasa manis atau asam dari seduhan. Seperti yang kita ketahui, blooming atau proses pelepasan CO2 yang banyak tersimpan pada kopi pasca roasting ada pada tuangan pertama.

Secara umum, CO2 perlu dilepaskan untuk membantu proses ekstraksi kopi saat menyeduh. CO2 yang terdapat pada kopi juga memiliki rasa asam. Blooming dengan air yang lebih sedikit akan memberikan ruang untuk CO2 terlepas lebih dahulu, CO2 yang ikut turun kedalam brewed coffee lebih sedikit, sehingga rasa kopi akan relatif lebih manis. Sebaliknya, dengan air blooming yang lebih banyak, CO2 yang ikut terbawa airpun akan lebih banyak sehingga rasa kopi akan relatif lebih asam.

60% untuk mengatur intensitas rasa seduhan

60% tuangan sisanya akan menentukan intensitas/ strength dari seduhan kita. Pada bubuk kopi terdapat solubles yang bisa habis seiring kita menyeduh. Kebanyakan dari solubles ini akan larut pada 40% tuangan pertama, sehingga 60% sisa air seduhan tidak akan banyak mengekstrak zat-zat yang memiliki peran penting pada rasa manis atau asam akhir seduhan.

Dengan membagi lagi 60% air seduhan menjadi beberapa bagian yang banyak, kita memberikan waktu untuk mengekstraksi sisa-sisa solubles pada kopi yang berperan penting kepada intensitas akhir seduhan. Semakin sedikit fraksi, semakin ringan seduhan dan sebaliknya.

Kesimpulan Metode V60 Tetsu Kasuya

Metode V60 ini memberikan gambaran besar bagaimana kita bisa memaksimalkan seduhan kopi sesuai dengan profil kopi atau selera peminum. Penyesuaian bisa dilakukan disana-sini Ketika kita sudah mengerti gambaran lebih besarnya. Perlu diingat kalau rasa akhir seduhan kita akan dipengaruhi sangat banyak sekali hal lainnya: Jenis kopi, profil sangrai, ukuran giling, suhu air, pola tuangan, dan sebagainya. Saran kami, kontrol (hanya) satu variable saja dan kunci variabel lainnya. Lakukan lagi dengan variabel lainnya, bandingkan dan terus ulangi. Bagian seru dari belajar menyeduh kopi adalah terus bereksperimen dan mengambil pelajaran dari tiap seduhannya.

Dapatkan resep seduh atau menu kopi unik lainnya seperti resep seduh Kamala Manggarai #004 di Titik Balik Coffee Roasters.