SukkhaCitta: Gabungan Nilai Sosial dan Bisnis Tekstil

Di tengah banyaknya ide bisnis sosial yang mulai hadir di Indonesia, Sukkhacitta hadir sebagai salah satu pelopor usaha yang mengutamakan nilai sosial tanpa menurunkan nilai bisnisnya. Sukkhacitta berdiri sejak 2016 dan hingga saat ini telah menciptakan produk dari mulai aksesoris hingga pakaian sehari-hari. Dalam prosesnya, Denica – founder bisnis ini – berkolaborasi dengan para perajin tekstil.

Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian terhadap perilaku masyarakat dan explore ke berbagai desa di Indonesia, ada beberapa hal yang menjadi temuan Denica dan memantapkannya mendirikan bisnis ini. Salah satu hal yang ditemukan Denica adalah tingginya tingkat konsumsi kalangan muda terhadap dunia fashion. Selain itu, setelah Denica juga menemukan bahwa di daerah dengan rendahnya pendidikan formal dan banyak terdapat kemiskinan, kerajinan merupakan salah satu cara utama dalam menyambung hidup.

SukkhaCitta is my model for change, it’s not a fashion brand

Denica Flesh

Sukkachitta membawa konsep “satu desa, satu koleksi” untuk menciptakan ciri khas masing-masing desa. Dari kerajinan masing-masing desa, Sukkhacitta kemudian melebarkan sayapnya dengan membuat sekolah perajin tekstil yang merangkap sebagai rumah produksi. Dalam rangka menyampaikan banyak cerita dai rumah produksi sukkhacitta, Denica dan tim terus berbagi cerita di sukkhacitta.com.

Komposisi dari Sukkhacitta adalah ide bisnis sosial milik Denica Flesh, pasta indigo, ciri khas perajin, serta waktu produksi yang mencapai 300 jam. Menurut Denica, tidak mudah untuk mempertahankan idealisme untuk mengantarkan cerita ke dalam dunia fashion. Terlebih lagi dengan melihat banyak industri fashion yang juga menawarkan harga yang lebih terjangkau. Biarpun begitu, hal tersebut tidak membuat Denica berhenti untuk terus mengembangkan bisnisnya sesuai dengan niat awalnya yaitu meningkatkan kesejahteraan perajin tekstil daerah.

Ide Bisnis Sosial Sukkhacitta.

Sukkhacitta yang mengusung slogan #MadeRight, memiliki target pasar masyarakat yang menghargai seni dan proses. Di laman websitenya, Sukkhacitta sempat berbagi cerita tentang hal-hal yang melatarbelakangi cerita dari bisnis ini.

Langsung dari rumah

Sukkhacitta bekerja sama langsung dengan para perempuan dari rumahnya. Proses yang terjadi meliputi pewarnaan, membuat pola, hingga menjahit produk.

Sebenar-benarnya Buatan Tangan

Di sekolah perajin tekstil, para ibu dan pemudi tidak hanya diajar terkait pola kerajinan tekstil khas masing-masing desa, namun juga termasuk perhitungan harga untuk maisng-masing hasil tangan. Dari pembelajaran tersebut, maka para ibu bisa mendapatkan hak dan penghasilan yang utuh.

Pewarna yang Sayang Bumi

Di saat banyak usaha tekstil yang menggunakan bahan pewarna buatan kimia, tidak dengan Sukkhacitta. Produknya membawa warna dari getah pepohonan hasil kerja sama dengan para petani. Dari gula aren hingga batang pohon pisang, Denica dengan para perajin terus mengembangkan kreatifitasnya untuk membawa variasi warna natural kepada para konsumennya.

Reuse and Redye

Setelah menyadari bagaimana dampak industri fashion ke dunia, Sukkhacitta berusaha sebaik mungkin untuk menciptakan tempat yang lebih baik di bumi. Selain dari awal produksi menggunakan benang yang mudah terurai, Sukkhacitta juga menawarkan program perbaikan dan pewarnaan ulang agar barang yang terbeli tidak segera dibuang. Sedangkan potongan dari sisa-sisa produksi digunakan kembali sebagai tag produk selanjutnya.

Nilai Tradisional Ide Bisnis Sosial

Bukan hanya menggunakan motif tradisional menggunakan teknik modern dan cetakan pabrik, Sukkhacitta membuat seluruh produk asli menggunakan tangan para perajin desa. Sukkhacitta berprinsip untuk terus mengembangkan sebanyak-banyaknya perempuan untuk terus berkarya dan berkreasi untuk kehidupannya. Meski lebih mahal dan membutuhkan lebih banyak waktu, Sukkhacitta tidak mundur hanya untuk menaikkan pendapatan namun menurunkan nilai.

Sampai sekarang, perajin yang ada berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara yang terdiri hingga 100 perajin. Dengan berdirinya sekolah perajin tekstil di desa binaan Sukkhcitta, Denica berharap Sukkhacitta dapat menaikkan taraf hidup hingga lebih dari 1000 perajin desa.